GURU
POWERFUL
Kepala Madrasah MTs Negeri 9 Indramayu
MOHAMMAD
KHOLID, S.Pd.I
NIP. 197801202007101003
Blok. Dewi Rt. 05/02 Desa Dukuh Tengah
Kec. Karangampel Kab. Indramayu
Guru powerful, hebat, efektif, merupakan faktor sangat
penting yang tidak hanya berkontribusi terhadap prestasi akademik saja,
melainkan kesuksesan nonakademik juga. Walaupun Kurikulum hebat, ada
pengurangan besaran kelas (class size), subsidi budget dari Dinas, keterlibatan
orangtua dan masyarakat yang berkontribusi terhadap perbaikan mutu sekolah dan
prestasi siswa, tetapi Qfaktor yang paling berpengaruh terhadap kesuksesan
belajar siswa adalah guru.
Pengaruh guru ini sangat signifikan, jika keberadaan
guru itu dengan karakter dan kinerja yang hebat. Namun kehadiran guru yang
kualifikasi dan kompetensinya kurang dan penampilan dalam proses pembelajaran
di bawah standar, maka nilai kontribusi terhadap kesuksesan siswa tidaklah
optimal.
Di samping guru yang powerful harus memiliki
background akademik yang relevan dengan penguasaan akademik yang memadai, serta
karakteristik tertentu, seperti sikap positif dan peduli, adil, respek,
antusiasme, dan dedikatif, maka ada sejumlah sifat yang seharusnya dimiliki
oleh guru yang powerful.
Rob Jenkins (2015) berpendapat bahwa ada empat sifat
yang bisa membuat guru yang powerful. Pertama, kepribadian (personality). Guru
yang powerful cenderung berperilaku baik dan akrab, profesional, humoris,
nyaman, natural, Dan kreatif. Sifat-sifat ini seharusnya di tunjukkan sebanyak
mungkin dengan kualitas yang baik pula.
Kedua, hadir (presence). Keberadaan guru yang powerful
itu memiliki kharisma. Keberadaan guru di ruang kelas dirasakan betul, karena
suasananya inspiratif. Yang tidak saja tercipta hubungan antara guru dan siswa
positif, tetapi juga hubungan siswa dengan pelajaran secara produktif. Ketiga,
persiapan (preparaton).
Guru yang powerful dalam mempersiapkan dengan sangat
cermat semua yang akan menjaga tanggung jawabnya, baik rencana jangka pendek,
menengah, maupun panjang. Sejak hari pertama menjadi hingga selanjutnya sampai
akhir, memiliki program pengembangan kapasitas diri untuk menyesuaikan dengan
tuntutan profesi. Siap meng-update ilmu dan keterampilan mengajar, sehingga
tetap powerful sepanjang waktu.
Keempat, kegemaran (passion). Guru yang powerful
seharusnya mencintai siswa, pelajaran dan aktivitas pembelajaran. Dengan
tumbuhnya rasa cinta, komitmen, kesungguhan, care dan totalitas dalam
menunaikan semua aktivitas belajar berpotensi besar dapat tercipta pembelajaran
yang menyenangkan dan mengasyikkan dan mendapkan hasil pembelajaran yang
terbaik. Karena itu guru yang powerful perlu terus menjaga rasa cinta terhadap
profesi.
Syed Hunbbel Meer ( 2018) mengemukakan beberapa hal
yang bisa membuat Great Teacher, di antaranya : (1) expert communication
skills, (2) superior listening skills, (3) deep knowledge and passion for their
subject matter, (4) the ability to build caring relationships with students,
(5) friendliness and approachability, (6) excellent preparation and
organization skills, (7) strong work ethic, (8) community-building skills, dan
(9) high expectations for all. Semuanya bukan seesuatu yang datang tiba-tiba,
melainkan harus diusahakan dengan sungguh-sungguh.
Untuk menjadikan guru yang powerful dalam konteks
kehidupan kita di Indonesia dirasakan empat sifat dan sembilan hal tersebut
belumlah cukup. Menurut hemat saya ada faktor yang paling penting adalah Akhlaq
dan Keteladanan guru. Sesuatu yang sangat ampuh dan strategis. Tentu
keteladanan memiliki dampak yang sangat luas, yang tidak hanya terhadap siswa,
melainkan juga semua pihak yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Untuk menjadi guru yang powerful tidaklah mudah,
setidak-tidaknya ada sejumlah hambatan yang harus menjadi perhatian kita.
Pertama, hambatan sistemik, ketidaksesuaian antara fasilitas dan sumber daya
manusia, program akademik dan faktor eksternal. Kedua, hambatan sosial,
keluarga kurang beruntung cenderung kurang kontributif terhadap kemajuan anak,
di samping persoalan penggunaan obat terlarang.
Ketiga, hambatan pedagogis, kompetensi mengajar dan
kurangnya bahan pelajaran serta fasilitas pendukung (sistem digital) membuat
pembelajaran yang tidak efektif. Keempat, hambatan intrinsik, siswa yang secara
individual memiliki hambatan fisik, mental, emosi, sosial, dan moral cebderung
mengalami kesulitan dalam pembelajaran.
Memperhatikan hambatan-hambatan ini, maka guru
powerful perlu siapkan berbagai kondisi, yang memungkinkan upaya positif untuk
tunjukkan kinerja yang terbaik, yang dalam waktu yang sama mampu mengeliminir
hambatan-hambatan yang ada.
Akhirnya disadari bahwa untuk menjadi guru yang
powerful tidaklah difahami sebagai upaya untuk raih kekuasaan penuh, akhirnya
mengatur dan mengarahkan siswa ke arah mana harus menuju, melainkan guru yang
powerful harus mampu memberikan layanan dan fasilitasi yang terbaik untuk siswa
mencapai perkembangan yang optimal sesuai dengan potensi dan keadaannya.
Guru yang powerful tidak hanya antar siswa sukses
akademiknya saja, melainkan juga sukses karir dan hidupnya, meraih bahagia di
dunia dan akhirat. (*)
Kepala Madrasah MTs Negeri 9 Indramayu
MOHAMMAD KHOLID, S.Pd.I
NIP. 197801202007101003
Blok. Dewi Rt. 05/02 Desa Dukuh Tengah Kec. Karangampel Kab. Indramayu
![]() |
| Kepala MTs Negeri 9 Indramayu |
Post. HMA Jab (30)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar