Selasa, 10 Desember 2019

PAS GASAL MENJADI TOLOKUKUR KBM DAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA

Pak Kusen, S.Pd (Ketua Pelaksana)
PAS GASAL MENJADI TOLOKUKUR KBM DAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA


Berdasarkan kalender akademik, Senin 9 Desember 2019 MTsN 9 Indramayu melaksanakan Penilaian Akhir Semester Gasal Tahun Pelajaran 2019/2020.

Pak Kusen, S.Pd. (46) selaku ketua pelaksana PAS Gasal ini menyampaikan kepada seluruh siswa-siswi dalam pembinaannya ;

Penilaian Akhir Semester Gasal merupakan salah satu bentuk penilaian yang dilakukan satuan pendidikan untuk mengetahui daya serap peserta didik pada semua kompetensi dasar yang telah diselesaikan pada semester gasal.
Bagi siswa atau peserta didik yang baik, mereka akan mempersiapkan diri secara maksimal untuk dapat menjawab setiap pertanyaan yang diberikan. Caranya mereka akan mempelajari semua kisi-kisi yang telah diberikan dan sering melakukan latihan soal-soal baik secara individu maupun kelompok. Persiapan yang mereka lakukan tidak bersifat SKS (Sistem Kebut Semalam) namun sudah mereka cicil setiap harinya bahkan sejak jauh-jauh hari.

Namun bagi siswa atau peserta didik yang kurang bertanggung jawab, mereka menyikapi Penilaian Akhir Semester secara biasa-biasa saja bahkan cenderung masa bodoh. Mereka seakan tidak peduli dengan "ancaman" nilai di bawah KKM dan rawan tinggal kelas.
Sejatinya momentum Penilaian Akhir Semester bukan saja ujian bagi peserta didik. Namun lebih dari itu juga sebagai tolokukur para guru dalam memberikan materi sebagai mediator/fasilitator keberhasilan siswa dalam KBM.

"Sesungguhnya hasil sebenarnya dari Penilaian Akhir Semester bukanlah berupa nilai atau angka-angka yang akan mereka lihat di rapor nantinya, namun hasil sesungguhnya adalah berupa pembentukan karakter yang menjadi bekal utama mereka dalam menghadapi tantangan hidup di era millenial ini", ujar Pak Kusen pria kelahiran 12 Mei 1973 ini penuh kharisma nanbersahaja.

Post. HMA Jab (30)

Senin, 09 Desember 2019

MEMBANGUN POLA PIKIR DAN MERUBAH MINDSET


MEMBANGUN POLA PIKIR DAN MERUBAH MINDSET


MEMBANGUN POLA PIKIR DAN MERUBAH MINDSET
Kepala Madrasah MTs Negeri 9 Indramayu
MOHAMMAD KHOLID, S.Pd.I
NIP. 197801202007101003
Blok. Dewi Rt. 05/02 Desa Dukuh Tengah Kec. Karangampel Kab. Indramayu

MEMBANGUN POLA PIKIR DAN MERUBAH MINDSET

Sebagai seorang manusia, tentunya kita mempunyai pola pikir dalam menghadapi ataupun menjalani sebuah kehidupan. Datangnya sebuah masalah, problematika dan persoalan dalam Kehidupan membuat kita akan berpikir bagaimana cara menyelesaikan masalah atau problem yang kita hadapi. Dari situlah kita akan berpikir dan mengolah otak kita untuk mampu menyelesaikan persoalan yang kita hadapi.
Menghadapi kondisi zaman sekarang ini, banyak orang hanya berpikir pada satu sisi saja, tanpa melihat pada sisi-sisi lainnya. Manusia zaman sekarang cenderung tidak mau banyak berpikir, maunya instan dan cepat terselesaikan. Namun kita juga perlu berpikir, semua itu tak semudah kita membalikkan telapak tangan yang dengan begitu mudah kita mampu melaksanakan.
Kita ambil sebuah contoh hp android. Apa yang dapat kita pikirkan dengan melihat sebuah hp android itu?
Ketika kita hanya berpikir pada satu sisi saja, maka kita akan menjawab bahwa itu adalah sebuah handphone. Berbeda jika kita berpikir menggunakan pola berpikir pada sisi-sisi lainnya, maka kita akan menjawab bahwa itu adalah hp android dengan merek A, atau kita akan menjawab bahwa hp android itu harganya sekian atau juga kita akan menjawab bahwa hp android itu banyak membuat anak² kecanduan hingga mrngakibatkan gangguan pada kesehatan bila digunakan dalam waktu yang lama setiap harinya.
Dari situlah pola berpikir kita diubah, mindset berpikir dalam penyelesaian masalah akan berubah jika kita menggunakan pola berpikir mengambil pada sisi-sisi lainnya dari sebuah masalah yang kita hadapi. Tentunya kita tahu, dari sebuah masalah itu adalah sebuah proses kita dalam menjalani hidup. Yang namanya proses tentunya ada sistematikanya dan tidak ada proses yang instan, maka kita perlu berpikir bagaimana pola pikir kita untuk jangka pendek dan jangka panjang. Jangan sampai dengan pola pemikiran kita yang instan itu, kita akan menyesal kemudian.

Melihat dari simulasi diatas, tentunya pola berpikir tersebut mampu kita terapkan dalam banyak hal, salah satunya dalam kantor tempat kita bekerja.  Bagaimana kita dalam bersosialisasi,  berkolaborasi,  berekspresi,  berinovasi ini mampu melahirkan pola pikir yang elastis dan dinamis, guna mengembangkan kualitas diri untuk masa yang akan datang dan menyelesaikan problematika kehidupan baik dalam kantor tempat kita bekerja maupun kehidupan yang nyata di masyarakat sekitar kita.
https://www.youtube.com/channel/UCMk8boj9p9D6FUSpRoezEvw?view_as=subscriber

Post. HMA Jab (30)

Minggu, 08 Desember 2019

GURU POWERFUL


GURU POWERFUL

Kepala Madrasah MTs Negeri 9 Indramayu
MOHAMMAD KHOLID, S.Pd.I
NIP. 197801202007101003
Blok. Dewi Rt. 05/02 Desa Dukuh Tengah Kec. Karangampel Kab. Indramayu

Guru powerful, hebat, efektif, merupakan faktor sangat penting yang tidak hanya berkontribusi terhadap prestasi akademik saja, melainkan kesuksesan nonakademik juga. Walaupun Kurikulum hebat, ada pengurangan besaran kelas (class size), subsidi budget dari Dinas, keterlibatan orangtua dan masyarakat yang berkontribusi terhadap perbaikan mutu sekolah dan prestasi siswa, tetapi Qfaktor yang paling berpengaruh terhadap kesuksesan belajar siswa adalah guru.

Pengaruh guru ini sangat signifikan, jika keberadaan guru itu dengan karakter dan kinerja yang hebat. Namun kehadiran guru yang kualifikasi dan kompetensinya kurang dan penampilan dalam proses pembelajaran di bawah standar, maka nilai kontribusi terhadap kesuksesan siswa tidaklah optimal.

Di samping guru yang powerful harus memiliki background akademik yang relevan dengan penguasaan akademik yang memadai, serta karakteristik tertentu, seperti sikap positif dan peduli, adil, respek, antusiasme, dan dedikatif, maka ada sejumlah sifat yang seharusnya dimiliki oleh guru yang powerful.

Rob Jenkins (2015) berpendapat bahwa ada empat sifat yang bisa membuat guru yang powerful. Pertama, kepribadian (personality). Guru yang powerful cenderung berperilaku baik dan akrab, profesional, humoris, nyaman, natural, Dan kreatif. Sifat-sifat ini seharusnya di tunjukkan sebanyak mungkin dengan kualitas yang baik pula.

Kedua, hadir (presence). Keberadaan guru yang powerful itu memiliki kharisma. Keberadaan guru di ruang kelas dirasakan betul, karena suasananya inspiratif. Yang tidak saja tercipta hubungan antara guru dan siswa positif, tetapi juga hubungan siswa dengan pelajaran secara produktif. Ketiga, persiapan (preparaton).

Guru yang powerful dalam mempersiapkan dengan sangat cermat semua yang akan menjaga tanggung jawabnya, baik rencana jangka pendek, menengah, maupun panjang. Sejak hari pertama menjadi hingga selanjutnya sampai akhir, memiliki program pengembangan kapasitas diri untuk menyesuaikan dengan tuntutan profesi. Siap meng-update ilmu dan keterampilan mengajar, sehingga tetap powerful sepanjang waktu.

Keempat, kegemaran (passion). Guru yang powerful seharusnya mencintai siswa, pelajaran dan aktivitas pembelajaran. Dengan tumbuhnya rasa cinta, komitmen, kesungguhan, care dan totalitas dalam menunaikan semua aktivitas belajar berpotensi besar dapat tercipta pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikkan dan mendapkan hasil pembelajaran yang terbaik. Karena itu guru yang powerful perlu terus menjaga rasa cinta terhadap profesi.

Syed Hunbbel Meer ( 2018) mengemukakan beberapa hal yang bisa membuat Great Teacher, di antaranya : (1) expert communication skills, (2) superior listening skills, (3) deep knowledge and passion for their subject matter, (4) the ability to build caring relationships with students, (5) friendliness and approachability, (6) excellent preparation and organization skills, (7) strong work ethic, (8) community-building skills, dan (9) high expectations for all. Semuanya bukan seesuatu yang datang tiba-tiba, melainkan harus diusahakan dengan sungguh-sungguh.

Untuk menjadikan guru yang powerful dalam konteks kehidupan kita di Indonesia dirasakan empat sifat dan sembilan hal tersebut belumlah cukup. Menurut hemat saya ada faktor yang paling penting adalah Akhlaq dan Keteladanan guru. Sesuatu yang sangat ampuh dan strategis. Tentu keteladanan memiliki dampak yang sangat luas, yang tidak hanya terhadap siswa, melainkan juga semua pihak yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Untuk menjadi guru yang powerful tidaklah mudah, setidak-tidaknya ada sejumlah hambatan yang harus menjadi perhatian kita. Pertama, hambatan sistemik, ketidaksesuaian antara fasilitas dan sumber daya manusia, program akademik dan faktor eksternal. Kedua, hambatan sosial, keluarga kurang beruntung cenderung kurang kontributif terhadap kemajuan anak, di samping persoalan penggunaan obat terlarang.

Ketiga, hambatan pedagogis, kompetensi mengajar dan kurangnya bahan pelajaran serta fasilitas pendukung (sistem digital) membuat pembelajaran yang tidak efektif. Keempat, hambatan intrinsik, siswa yang secara individual memiliki hambatan fisik, mental, emosi, sosial, dan moral cebderung mengalami kesulitan dalam pembelajaran.

Memperhatikan hambatan-hambatan ini, maka guru powerful perlu siapkan berbagai kondisi, yang memungkinkan upaya positif untuk tunjukkan kinerja yang terbaik, yang dalam waktu yang sama mampu mengeliminir hambatan-hambatan yang ada.

Akhirnya disadari bahwa untuk menjadi guru yang powerful tidaklah difahami sebagai upaya untuk raih kekuasaan penuh, akhirnya mengatur dan mengarahkan siswa ke arah mana harus menuju, melainkan guru yang powerful harus mampu memberikan layanan dan fasilitasi yang terbaik untuk siswa mencapai perkembangan yang optimal sesuai dengan potensi dan keadaannya.
Guru yang powerful tidak hanya antar siswa sukses akademiknya saja, melainkan juga sukses karir dan hidupnya, meraih bahagia di dunia dan akhirat. (*)

Kepala Madrasah MTs Negeri 9 Indramayu

MOHAMMAD KHOLID, S.Pd.I
NIP. 197801202007101003
Blok. Dewi Rt. 05/02 Desa Dukuh Tengah Kec. Karangampel Kab. Indramayu
Kepala MTs Negeri 9 Indramayu






















Post. HMA Jab (30)

Jumat, 06 Desember 2019

4 TIPS MERAIH CITA-CITA


SABTU, langit Indramayu berwarna abu-abu, matahri pun enggan menampakan dirinya. namun demikian, tidak dengan siswa-siswi MTsN 9 Indramayu. Seluruh nya sudah memadati lapangan 1 madrasah yang sebelumnya sudah disiapkan oleh OSIS yakni menggelar alas untuk melaksanakan sholat dluha bersama. Sholat dan doa pun selesai.
Setelah itu, Bpk. Warno, MP.d.I selaku PKM Kesiswaan melanjutkan dengan pemerian motivasi/ pembinaan kepada seluruh siswa-siswi. adapun materi yang disampaikan oleh beliau bertema menjaga kesemangatan dengan judul ;

4 TIPS MERAIH CITA-CITA
Pak Warno sedang melakukan pembinaan rutin
Keberhasilan pencapaian memerlukan perjuangan tanpa henti dan kemauan untuk mengikuti proses. Orang-orang sukses dan berhasil pasti menghadapi banyak kesalahan selama perjalanan menempuh tujuan dan senantiasa menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Mereka akan terus berjuang, bekerja keras, dan memiliki keyakinan bahwa mereka bisa mencapai impian yang diinginkan.

Setidaknya ada 4 tips yang bapak ingin sampaikan kepada anak-anak sekalian untuk menggapai cita-cita. "Ujar PKM Kesiswaan ini dengan lembut".

1.      Jangan Menjadikan Keterbatasan Sebagai Penghalang
Keterbatasan menjadi salah satu penyebab mengapa banyak orang yang ridak berhasil menggapai cita-cita. Tetapi ingatlah bahwa tidak ada yang mustahil jika memiliki keyakinan dan keinginan untuk mencapainya. Yang harus dilakukan adalah belajar dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT agar kita mampu menggapai cita-cita.

2.      Belajar Dari Setiap Kesalahan
Sebagai manusia memang sudah tentu kita melakukan sebuah kesalahan. Namun demikian, jangan sampai hanya satu kesalahan bias menghalangi kita untuk meraih kesuksesan.
Jadikan kesalahan sebagai bahan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan diri. Jadikan kesalahan sebagai alat untuk mengasah diri dan menjadi sosok yang lebih baik lagi ke depannya. Semisal, pada ulangan terdahulu kita mendapatkan nilai yang kurang memuaskan. Nah, kemudian kita jadikan itu sebagai bahan pelajaran bagi diri kita, mengapa bias demikian? Apakah fokus kita yang kurang ataukah jam belajar yang sering kita lalaikan? Nah.. kemudian jangan sampai terulang kembali.

3.      Memiliki Motivasi Tinggi
Kita tidak akan bisa berhasil dalam segala hal tanpa adanya motivasi yang mendukung. Dibutuhkan motivasi untuk terus belatih dan mengasah kemampuan serta memacu diri agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Motivasi yang dimiliki akan memicu tekad dan merupakan faktor utama untuk mencapai tujuan apapun yang kita inginkan.
Dengan motivasi, Kita akan terus konsisten dalam membangun impian serta mewujudkannya. Jangan lupa untuk terus membakar semangat agar meningkatkan keterampilan dan kemampuan Kita.

4.      Jadilah Sosok yang Menginspirasi Orang Lain
Kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian dan keberhasilan yang Kita dapatkan di sebuah bidang. Tetapi lebih dari itu yaitu kemampuan Kita untuk memberikan inspirasi kepada orang lain agar meraih keberhasilan yang sama.
Kesuksesan yang sesungguhnya adalah seberapa baik Kita bisa mempengaruhi orang lain dan mampu menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Oleh karenanya, mari kita saling mengingatkan satu dengan lainnya. Seperti contoh, kakak kelas turut menasihati, mengajak kepada kebaikan. Begitu pula antarsesama. Karena sahabat yang baik adalah yang mengajak kepada kebaikan.


https://www.youtube.com/channel/UCMk8boj9p9D6FUSpRoezEvw?view_as=subscriber

HMA Jabalekat (30)

Kamis, 05 Desember 2019

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK)


PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK)

Jumat berkah ;
Pukul 06.50 seluruh siswa sudah berkumpul di lapangan dua madrasah untuk melaksanakan kegiatan jumat berkah yang diawali dengan dzikir bersama kemudian penerimaan pembinaan karakter.

PKM Kesiswaan dalam hal ini Bpk.Warno, M.Pd.I memberikan wejangan kepada seluruh siswa agar senantiasa menjaga keistiqomahan dalam beribadah dan juga menjaga kerukunan, keharmonisan antarsesama siswa.
Bpk.Warno tengah melakukan pembinaan kepada anak didiknya
Dalam pembinaanya kali ini, beliau menekankan tentang karakter sebagai pondasi hidup setiap manusia. Beliau menyampaikan secara detil dan rinci mengenai karakter.

KARAKTER merupakan ciri khas individu yang ditunjukkan melalui cara bersikap, berperilaku, dan bertindak untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Sebagai seorang terpelajar, seyogyanya kita memiliki sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sejak dini kita tanamkan sikap/perilaku yang baik, maka kelak dewasa kita akan menjadi orang yang baik pula dan sukses dalam menggapai cita-cita. Setidaknya ada beberapa sikap yang harus menjadi perhatian lebih untuk kita saat ini, diantaranya yakni ;

1.      KARAKTER RELIGIUS
Sebagai umat beragama, sudah menjadi hal mutlak bagi kita untuk melaksanakan segala rangkaian ibadah yang telah diwajibkan. Lebih dari itu, sejatinya kita harus memiliki anggapan bahwa ibadah merupakan sebuah kebutuhan bagi kita, bukan hanya sebatas kewajiban.
Do'a/dzikir bersama

2.      CINTA KEBERSIHAN DAN LINGKUNGAN
Penanaman rasa cinta kebersihan ditunjukkan pada 2 hal, yaitu menjaga kebersihan diri sendiri dan kebersihan lingkungan. Kebersihan terhadap diri sendiri dimaksud agar membentuk pribadi sehat dan jiwa kuat. "Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Apabila anak dalam kondisi sehat dan jiwa yang kuat maka anak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik.
Kebersihan bukan hanyak menjadi tugas dari karyawan/petugas kebersihan sekolah. Tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu mari kita mulai dari diri sendiri dengan melaksanakan “Lihat Sampah, Ambil (LISA) lalu buang pada tempatnya.

3.      JUJUR
Sikap jujur Sikap jujur memberikan dampak positif teradap berbagai sisi kehidupan, baik di masa sekarang ataupun akan datang. Kejujuran merupakan investasi sangat berharga dan modal dasar bagi terciptanya komunikasi efektif dan hubungan yang sehat. Anak sebagai pribadi jujur dan peka terhadap berbagai rangsangan berasal dari lingkungan luar dapat memiliki hubungan yang harmonis dan komunikasi baik terhadap orang lain. Seperti pepatah mengatakan, “jujur agar hidup tidak hancur”.

4.      PEDULI
Sikap peduli Peduli merupakan sikap dan tindakan selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain dan yang membutuhkan. Kepedulian dapat dicerminkan di sekolah melalui berbagai cara. Misal saat ada teman kelas sakit maka bisa menjenguk atau bisa juga mengumpulkan uang dari teman-teman satu kelas kemudian dibelikan sesuatu sebagai bawaan saat menjenguk sebagai wujud kepedulian. Dengan adanya sikap peduli seperti itu, maka kita akan disenangi oleh banyak teman. Dan saat kita tiba-tiba sedang dalam keadaan sulit pasti akan ada yang mau mengulurkan tangan dan segera membantu.

https://www.youtube.com/channel/UCMk8boj9p9D6FUSpRoezEvw

HMA JABALEKAT (30)

Selasa, 03 Desember 2019

MEMBANGUN DAN MENJAGA KOMITMEN UNTUK KEMAJUAN BERSAMA


 “MEMBANGUN DAN MENJAGA KOMITMEN UNTUK KEMAJUAN BERSAMA”
NILAI DASAR ASN “ANEKA” DALAM BRIEFING MINGGUAN MTsN 9 INDRAMAYU

Selasa, 03 Desember 2019. Tengah bel istirahat pertama berbunyi, seluruh dewan guru beserta staf berkumpul melaksanakan briefing mingguan yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah Bpk.Moh.Kholid,M.Pd.I (41).
Bpk.Moh.Kholid tengah meminpin briefing
Suasana briefing yang santai namun terarah
Singkat padat namun terarah, dalam briefing kali ini Pak Kepala menyampaikan tentang niat dan sehebat apa semangat kita untuk membangun madrasah; mau melakukan apa untuk madrasah? Dan mau dibentuk seperti apa para siswa-siswi sebagai penerus bangsa?
Pertanyaan ini sontak membuat seluruh guru dan staf merenungi isi dari kalimat beliau.
Secara persuasif, kepala madrasah menyampaikan agar seluruh dewan guru dan staf untuk menjaga komitmen dan senantiasa memperkaya diri dengan ilmu. Karena dengan komitmen yang terjaga akan membuat madrasah menjadi maju, dan karena kecakapan ilmu serta luasnya wawasanlah yang kemudian akan membuat pekerjaan menjadi mudah, terarah serta menuai berkah.

Dalam briefing kali ini pak kepala pun menyampaikan dua hal, yakni ;

1.    Seluruh guru lebih melek terhadap Teknologi Informatika Komputer (TIK). Kini sudah era industri 4.0, semua sudah serba digita (revolusi digital). Sebagaimana dimaklum bahwa peran guru tidak akan bisa digantikan oleh TIK, namun yang harus disadari adalah guru yang tidak melek TIK tentu kedepannya akan tergusur oleh sistem yang dibangun dengan TIK.
KBM terintegrasi TIK (Mapel Bhs.Indonesia)
Teknologi Informatika dan Komunikasi  mencakup dua hal penting yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Informasi artinya penerangan, pemberitahuan kabar atau berita. Teknologi informasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan proses penggunaan alat bantu dalam menyampaikan  informasi atau kabar. Sedangkan komunikasi adalah  perhubungan,  pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat tersampaikan.
Karena itu teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat untuk mengirim  dan menerima pesan atau berita. Pengertian para peserta didik saat ini bahwa teknologi informatika dan komunikasi adalah yang berkaitan dengan media komputer atau laptop bahkan berbasis internet. Singkatnya Guru harus mampu memanfaatkan komputer/laptop bahkan internet dalam pembelajaran, dengan segala kreativitasnya.

2.      Menjaga konsistensi dalam menyambut siswa di gerbang sekolah saat pagi hari serta mendisiplinkan kerapian atribut siswa secara ramah dan persuasif sehingga terbentuk kesadaran diri siswa tentang pentingnya kerapian.
Kegiatan menyambut kedatangan siswa
Senyum, Salam, Sapa (Ramah Anak)
Komitmen ini tentunya berlaku bagi seluruh anggota keluarga besar madrasah, yakni meluputi pimpinan, dewan guru dan staf, peserta didik, orang tua/wali murid serta masyarakat. Menjaga keistiqomahan atau konsistensi dari komitmen yang sudah dibuat memang bukanlah hal yang mudah, namun dengan didasari niat yang kuat serta berupaya semaksimal mungkin, tentu tujuan atau cita-cita akan diperolah bersama.

Channel Youtube MTsN 9 Indramayu; klik tautan di bawah ini
https://www.youtube.com/channel/UCMk8boj9p9D6FUSpRoezEvw/featured?view_as=subscriber

by. HMA Jabaleket (30)

Minggu, 01 Desember 2019

PERSAMI - Perkemahan Sabtu Minggu - MTsN 9 INDRAMAYU

PERSAMI
Perkemahan Sabtu Minggu
MTsN 9 INDRAMAYU
Dodo Darsono, S.Pd.
(Pembina sekaligus Ketua Pelaksana Persami 2019)

video api unggun - persami

Upacara prosesi penyalaan Api Unggun
Belajar tidak hanya dalam ruang kelas semata. Belajar bisa kita lakukan dimana saja. Dengan siapa kita bicara, ambilah sisi baik dan pelajarannya. Dimana kita berada, jadikanlah itu sebagai sekolah kita untuk menimba ilmu yang bermanfaat dan mendewasakan diri kita.

Dewan Guru (Panitia Persami)




Dalam kegiatan ini, Perkemahan Sabtu-Minggu (PERSAMI), banyak pelajaran yang dapat kita ambil, salah satunya ialah :

Membentuk karakter yang baik
Bpk.Dodo Darsono
Karakter baik dimaksud antara lain watak, kepribadian dan akhlak mulia. Melalui kegiatan persami akan terbentuk  nilai-nilai agamais, cinta tanah air, sopan santun, disiplin waktu dan patuh pada guru serta orangtua.

Melatih keterampilan motorik
Selain bermanfaat dalam pembentukan karakter baik, kegiatan persami akan bermanfaat untuk melatih keterampilan motorik siswa.  Rangkaian kegiatan persami akan melatih ketangkasan fisik serta melatih kecakapan motorik siswa.

Kemudian ketangkasan fisik dan keterampilan motorik akan menunjang proses belajar siswa dalam kegiatan intrakurikuler. Muaranya adalah prestasi belajar akademik dan non akademik yang memuaskan.

Upacara Prosesi Penyalaan Api Unggun

by. HMA Jabalekat (30)
video api unggun - persami

4 Kompetensi Guru di Era Revolusi Industri 4.0

4 Kompetensi Guru di Era Revolusi Industri 4.0

Maklumat Kepala Madrasah, Bpk.Moh.Kholid,M.Pd.I dalam pembinaan guru saat hari pertama mengemban amanah jabatan Plt. Kepala Madrasah MTsN 9 Indramayu.


4 Kompetensi Guru di Era Revolusi Industri 4.0


Revolusi industri 4.0 memberikan pengaruh yang besar pada berbagai bidang, namun tidak untuk tiga bidang profesi berikut ini yaitu profesi bidang pendidikan (re : guru), bidang kesehatan (re : dokter, perawat) dan kesenian (re : seniman).
Peran guru secara utuh sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, “orang tua” di sekolah tidak akan bisa digantikan sepenuhnya dengan kecanggihan teknologi. Karena sentuhan seorang guru kepada para peserta didik memiliki kekhasan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang atau digantikan teknologi.
Meskipun profesi guru tidak mendapatkan pengaruh secara signifikan dengan adanya revolusi industri 4.0, namun guru tidak boleh terlena dengan kondisi yang ada, guru harus terus meng-upgrade diri agar bisa menjadi guru yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.
Untuk menyiapkan para guru menghadapi perkembangan zaman yang terus berkembang, setidaknya ada 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh guru pada era revolusi industri 4.0 ini. 4 Kompetensi tersebut adalah sebagai berikut:
Guru Harus Mampu Melakukan Penilaian Secara Komprehensif
Penilaian tidak hanya bertumpu pada aspek kognitif atau pengetahuan saja. Namun penilaian yang dilakukan oleh guru di era sekarang harus mampu mengakomodasi keunikan dan keunggulan para peserta didik, sehingga para peserta didik sudah mengetahui segala potensi dirinya sejak di bangku sekolah.
Guru masa kini harus mampu merancang instrumen penilaian yang menggali semua aspek yang menyangkut siswa, baik pengetahuan, keterampilan dan karakter. Semua aspek tersebut harus tergali, terasah dan terevaluasi selama proses pembelajaran di kelas.
Selain perancangan instrumen penilaian, guru masa kini pun harus mampu membuat laporan penilaian yang menggambarkan keunikan dan keunggulan setiap siswa. Laporan penilaian ini akan sangat bermanfaat bagi peserta didik dan orang tuanya sebagai bagian dari feed back untuk terus meningkatkan hasil capaian pendidikannya.
Guru Harus Memiliki Kompetensi Abad 21
Untuk mewujudkan siswa yang memiliki keterampilan abad 21 maka gurunya pun harus memahami dan memiliki kompetensi tersebut. Ada 3 aspek penting dalam kompetensi abad 21 ini, yaitu:
Karakter, karakter yang dimaksud dalam kompetensi abad 21 terdiri dari karakter yang bersifat akhlak (jujur, amanah, sopan santun dll) dan karakter kinerja (kerja keras, tanggung jawab, disiplin, gigih dll).
Dalam jiwa dan keseharian seorang guru masa kini sangat penting tertanam karakter akhlak, dengan karakter akhlak ini lah seorang guru akan menjadi role model bagi semua peserta didiknya. Pembelajaran dengan keteladan dari seorang guru akan lebih bermakna untuk para peserta didik.
Selain karakter akhlak, guru masa kini pun harus memiliki karakter kinerja yang akan menunjang setiap aktivitas dan kegiatan yang dilakukannya, baik ketika pembelajaran di kelas maupun aktivitas lainnya.
Keterampilan, keterampilan yang perlu dimiliki oleh guru masa kini untuk menghadapi peserta didik abad 21 antara lain kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif.
Keterampilan-keterampilan tersebut penting dimiliki oleh guru masa kini, agar proses pendidikan yang berlangsung mampu menghantarkan dan mendorong para peserta didik untuk menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan perubahan zaman.
Literasi, kompetensi abad 21 mengharuskan guru melek dalam berbagai bidang. Setidaknya mampu menguasai literasi dasar seperti literasi finansial, literasi digital, literasi sains, literasi kewarnegaraan dan kebudayaan.
Kemampuan literasi dasar ini menjadi modal bagi para guru masa kini untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif, tidak monoton hanya bertumpu pada satu metode pembelajaran yang bisa saja membuat para peserta didik tidak berkembang.
Guru Harus Mampu Menyajikan Modul Sesuai Passion Siswa
Di era perkembangan teknologi yang semakin berkembang, modul yang digunakan dalam pembelajaran tidak selalu menggunakan modul konvensional seperti modul berbasis paper.
Guru masa kini harus mampu menyajikan materi pelajaran dalam bentuk modul yang bisa diakses secara online oleh para peserta didik. Sudah banyak fitur yang bisa dijadikan oleh guru sebagai sarana untuk mengembangkan modul berbasis online.
Namun demikian ketersediaan fitur untuk modul online ini harus dibarengi dengan kemampuan guru dalam mengemas fitur-fitur tersebut. Kombinasi antara pembelajaran tatap muka di kelas (konvensional) dan pembelajaran online ini dikenal dengan istilah blended learning.
Guru Harus Mampu Melakukan Autentic Learning yang Inovatif. 
Sekolah bukan tempat isolasi para peserta didik dari dunia luar, justru sekolah adalah jendela untuk membuka dunia sehingga para siswa mengenali dunia. Untuk menjadikan sekolah sebagai jendela dunia bagi para peserta didik, guru harus memiliki kompetensi penyajian pembelajaran yang inovatif.
Revolusi industri 4.0 memberikan pengaruh yang besar pada berbagai bidang, namun tidak untuk tiga bidang profesi berikut ini yaitu profesi bidang pendidikan (re : guru), bidang kesehatan (re : dokter, perawat) dan kesenian (re : seniman).
Peran guru secara utuh sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, “orang tua” di sekolah tidak akan bisa digantikan sepenuhnya dengan kecanggihan teknologi. Karena sentuhan seorang guru kepada para peserta didik memiliki kekhasan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang atau digantikan teknologi.
Meskipun profesi guru tidak mendapatkan pengaruh secara signifikan dengan adanya revolusi industri 4.0, namun guru tidak boleh terlena dengan kondisi yang ada, guru harus terus meng-upgrade diri agar bisa menjadi guru yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.
Untuk menyiapkan para guru menghadapi perkembangan zaman yang terus berkembang, setidaknya ada 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh guru pada era revolusi industri 4.0 ini. 4 Kompetensi tersebut adalah sebagai berikut:
Guru Harus Mampu Melakukan Penilaian Secara Komprehensif
Penilaian tidak hanya bertumpu pada aspek kognitif atau pengetahuan saja. Namun penilaian yang dilakukan oleh guru di era sekarang harus mampu mengakomodasi keunikan dan keunggulan para peserta didik, sehingga para peserta didik sudah mengetahui segala potensi dirinya sejak di bangku sekolah.
Guru masa kini harus mampu merancang instrumen penilaian yang menggali semua aspek yang menyangkut siswa, baik pengetahuan, keterampilan dan karakter. Semua aspek tersebut harus tergali, terasah dan terevaluasi selama proses pembelajaran di kelas.
Selain perancangan instrumen penilaian, guru masa kini pun harus mampu membuat laporan penilaian yang menggambarkan keunikan dan keunggulan setiap siswa. Laporan penilaian ini akan sangat bermanfaat bagi peserta didik dan orang tuanya sebagai bagian dari feed back untuk terus meningkatkan hasil capaian pendidikannya.
Guru Harus Memiliki Kompetensi Abad 21
Untuk mewujudkan siswa yang memiliki keterampilan abad 21 maka gurunya pun harus memahami dan memiliki kompetensi tersebut. Ada 3 aspek penting dalam kompetensi abad 21 ini, yaitu:
Karakter, karakter yang dimaksud dalam kompetensi abad 21 terdiri dari karakter yang bersifat akhlak (jujur, amanah, sopan santun dll) dan karakter kinerja (kerja keras, tanggung jawab, disiplin, gigih dll).
Dalam jiwa dan keseharian seorang guru masa kini sangat penting tertanam karakter akhlak, dengan karakter akhlak ini lah seorang guru akan menjadi role model bagi semua peserta didiknya. Pembelajaran dengan keteladan dari seorang guru akan lebih bermakna untuk para peserta didik.
Selain karakter akhlak, guru masa kini pun harus memiliki karakter kinerja yang akan menunjang setiap aktivitas dan kegiatan yang dilakukannya, baik ketika pembelajaran di kelas maupun aktivitas lainnya.
Keterampilan, keterampilan yang perlu dimiliki oleh guru masa kini untuk menghadapi peserta didik abad 21 antara lain kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif.
Keterampilan-keterampilan tersebut penting dimiliki oleh guru masa kini, agar proses pendidikan yang berlangsung mampu menghantarkan dan mendorong para peserta didik untuk menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan perubahan zaman.
Literasi, kompetensi abad 21 mengharuskan guru melek dalam berbagai bidang. Setidaknya mampu menguasai literasi dasar seperti literasi finansial, literasi digital, literasi sains, literasi kewarnegaraan dan kebudayaan.
Kemampuan literasi dasar ini menjadi modal bagi para guru masa kini untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif, tidak monoton hanya bertumpu pada satu metode pembelajaran yang bisa saja membuat para peserta didik tidak berkembang.
Guru Harus Mampu Menyajikan Modul Sesuai Passion Siswa
Di era perkembangan teknologi yang semakin berkembang, modul yang digunakan dalam pembelajaran tidak selalu menggunakan modul konvensional seperti modul berbasis paper.
Guru masa kini harus mampu menyajikan materi pelajaran dalam bentuk modul yang bisa diakses secara online oleh para peserta didik. Sudah banyak fitur yang bisa dijadikan oleh guru sebagai sarana untuk mengembangkan modul berbasis online.
Namun demikian ketersediaan fitur untuk modul online ini harus dibarengi dengan kemampuan guru dalam mengemas fitur-fitur tersebut. Kombinasi antara pembelajaran tatap muka di kelas (konvensional) dan pembelajaran online ini dikenal dengan istilah blended learning.
Guru Harus Mampu Melakukan Autentic Learning yang Inovatif. 
Sekolah bukan tempat isolasi para peserta didik dari dunia luar, justru sekolah adalah jendela untuk membuka dunia sehingga para siswa mengenali dunia. Untuk menjadikan sekolah sebagai jendela dunia bagi para peserta didik, guru harus memiliki kompetensi penyajian pembelajaran yang inovatif.
Pembelajaran yang disajikan harus mengarah pada pembelajaran yang joyfull and inovatif learning, yakni pembelajaran yang memadukan hands on and mind onproblem based leraning dan project based learning. Dengan pengemasan pembelajaran yang joyfull and inovatif learning akan menjadikan peserta didik lebih terlatih dan terasah dalam semua kemampuannya, sehingga diharapkan lebih siap dalam menghadapi perkembangan zaman.

Channel Youtube MTsN 9 Indramayu; klik tautan di bawah ini


by. HMA Jabalekat (30)