FARDHU WUDHU
Pembinaan Keagamaan MTs Negeri 9 Indramayu
![]() |
| Pembina Keagamaan MTsN 9 Indramayu |
Ketika matahari baru sebagian sinarnya,
siswa-siswi MTsN 9 Indramayu sudah antusias bergegas wudhu untuk kemudian
bersama melakukan sholat duha di lapangan 2 madrasah. Kegiatan ini adalah salah
satu program kegiatan madrasah yang diusung oleh PKM Kesiswaan Bpk.Warno, M.Pd.
Dalam pekan ini kegiatan sholat duha dipimpin
oleh pembina keagamaan Bpk.Ibnu Ubaedillah, S.Pd. Pada kegiatan ini beliau
memberikan pengarahan kepada seluruh siswa sebelum melaksanakan sholat duha
agar memperhatikan salah satu syarat sah sholat yakni wudhu.
Wudhu dapat dikatakan sebagai pintu masuk dalam beribadah. Hampir semua pelaksanaan ibadah menganjurkan wudhu terlebih dahulu, meskipun berbeda hukumnya. Wudhu hukumnya wajib bila hendak melaksanakan shalat, thawaf, i’tikaf dan membaca /memegang Al-Qur’an. Wudhu hukumnya sunnah apabila hendak berkumpul dengan istri, hendak tidur dan dalam semua kesempatan. Oleh karena itu, secara syar’i wudhu menempati posisi terpenting dalam ibadah. Sah-tidaknya sebuah ibadah tergantung dari wudhunya. Dan sah tidaknya sebuah wudhu sangat-sangat tergantung pemahaman seseorang akan subtansi wudhu itu sendiri, mulai fardhunya wudhu, sunnahnya wudhu dan hal-hal yang membatalkan wudhu.
Fardhunya wudhu ada enam:
1. Niat dengan membasuh muka.
2. Membasuh muka.
3. Membasuh kedua tangan sampai dengan kedua siku.
4. Mengusap sebagian kepala.
5. Membasuh kedua kaki sampai dengan kedua mata
kaki.
6. Urut sesuai apa yang telah tersebut di atas dari
pertama sampai keenam.
Semuanya harus dilaksanakan dan bila ada yang
tercecer, maka wudhunya tidak sah. Inilah yang dimaksud dengan fardhu. Fardhu adalah semua hal yang harus
dilaksanakan dan akan mengakibatkan gugur (tidak sah) jika ditinggalkan salah
satunya.
![]() |
| Sabtu; sholat duha bersama. MTsN 9 Indramayu |
Pertama
tentang niat
Semua pelaksanaan ibadah harus disertai dengan
niat. Niat merupakan fardhu pertama bagi semua bentuk ibadah, sholat, puasa,
zakat, haji dan berbagai ibadah lainnya. Ini mengikuti hadits nabi إنما الأعمال بالنيات
Artinya: bahwasannya semua amal harus disertai dengan niat. Al-Mawardi
mendifinisikan niat dengan qasdu syai’in muqtarinan bifi’lihi. Yaitu menyengaja
sesuatu berbarengan dengan pelaksanaannya. Oleh karena itu berniat dalam wudhu
harus dibarengi dengan pelaksanaannya yaitu ketika membasuh muka. Karena
membasuh muka merupakan hal pertama yang dilakukan dalam berwudhu. Seperti
halnya niat sholat yang harus berbarengan dengan pengucapan takbiratul ihram
(Allahu Akbar).
Kedua
tentang membasuh muka
Yang dimaksud membasuh muka adalah membasuh semua
muka. Batasan muka terbentang antara dua telinga dan memanjang antara tempat
tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu tempat tumbuhnya rambut
jenggot. Jika ada botak di kepala, yang ditumbuhi rambut tipis, maka botak
itu harus ikut di basuh, karena termasuk dalam kategori muka.
Ketiga
membasuh kedua tangan sampai dengan kedua siku
Artinya membasuh dengan meratakan air ke segenap
kulit tangan mulai dari ujung kuku, sela-sela jari hingga kedua siku, termasuk
juga rambut yang tumbuh di atas kulit. Begitu juga berbagai kotoran yang
menempel di atas kulit, seperti cat ataupun tinta, semua harus dihilangkan
terlebih dahulu. Karena menghalangi kulit dari air wudhu.
Keempat
mengusap sebagian kepala
Andaikan mengusap semua kepala tidak apa-apa,
ataupun membasuhnya juga boleh bahkan sekedar menempelkan telapak tangan yang
telah dibasahi dengan air ke atas kepala tanpa menggerakkan tangan juga boleh.
Kelima
membasuh kedua kaki sampai dengan kedua mata kaki
Termasuk juga sela-sela jari, dan juga berbagai hal
yang ada di atas kulit kaki seperti rambut yang tumbuh pada kulit kaki.
Keenam yakni berurutan/ tartil
Melaksanakan semua fardhunya wudhu di atas secara urut. Jika tidak urut, maka wudhunya dianggap tidak sah, apalagi sampai melupakan satu dari kelimanya. Adapun mencuci telapak tangan, mengusap telinga, berkumur, dan mengulangi tigakali dalam setiap tindakannya merupakan sunnah wudhu.
Keenam yakni berurutan/ tartil
Melaksanakan semua fardhunya wudhu di atas secara urut. Jika tidak urut, maka wudhunya dianggap tidak sah, apalagi sampai melupakan satu dari kelimanya. Adapun mencuci telapak tangan, mengusap telinga, berkumur, dan mengulangi tigakali dalam setiap tindakannya merupakan sunnah wudhu.
Begitu pentingnya wudhu sebelum melaksanakan sebuah
peribadatan, oleh karena itu, kita harus betul-betul memperhatikannya dengan
baik, "tegas beliau kepada siswa-siswi binaannya”.
Channel Youtube MTsN 9 Indramayu; klik tautan di bawah ini
https://www.youtube.com/channel/UCMk8boj9p9D6FUSpRoezEvw/featured?view_as=subscriber
https://www.youtube.com/channel/UCMk8boj9p9D6FUSpRoezEvw/featured?view_as=subscriber
By. HMA
Jabalekat (30)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar